Jakarta, indonesianewsday.com - Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung program pencapaian pembangunan berkelanjutan, khususnya pada sektor pengelolaan lingkungan hidup.
Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret oleh Budi Luhur University melalui pemanfaatan fasilitas Bank Sampah Budi Luhur sebagai sarana edukasi nasional hasil kerja sama dengan Green Generation Indonesia pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Melalui program Jambore Generasi Hijau (JGH) 2026, Budi Luhur University memfasilitasi 220 delegasi muda dari 32 provinsi di Indonesia dan mancanegara untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah hulu ke hilir.
Aktivitas mencakup peninjauan alur kerja Bank Sampah Budi Luhur hingga workshop teknis pembuatan pupuk organik guna menekan laju limbah rumah tangga ke TPA.
Penguatan infrastruktur dan edukasi lingkungan ini merupakan manifestasi dari visi Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berwawasan lingkungan.
Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., menegaskan bahwa integrasi fasilitas kampus dengan gerakan edukasi kepemudaan merupakan strategi penting untuk menjawab tantangan krisis lingkungan nasional.
"Pengelolaan sampah yang berkelanjutan bukan lagi sekadar wacana, melainkan tanggung jawab strategis kita bersama. Melalui Bank Sampah Budi Luhur, kami di Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti ingin membagikan praktik terbaik pengelolaan limbah kepada generasi muda. Kami berharap kolaborasi dengan Green Generation ini memberikan keterampilan praktis bagi para peserta, sehingga limbah yang tadinya dianggap masalah dapat diubah menjadi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar," tutur Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc.
Melalui langkah ini, Budi Luhur University mempertegas kedudukannya sebagai kampus yang tidak hanya meng unggul dalam akademis, tetapi juga secara konsisten melahirkan inovasi dan aksi nyata di bidang kelestarian lingkungan hidup. Rill/Ivn


0Komentar