![]() |
Aktivis Lala Komalawati |
Jakarta, indonesianewsday.com - Polemik tes DNA antara Lisa Mariana dengan Ridwan Kamil (RK) masih menjadi perhatian publik. Meski hasil resmi dari Bareskrim Polri menyatakan anak berinisial CA tidak memiliki kecocokan dengan RK, Lisa Mariana tetap menyimpan keraguan. Ia bahkan berencana mengajukan tes DNA ulang di Singapura.
Terkait sikap Lisa, aktivis perempuan Lala Komalawati angkat bicara. Menurutnya, seorang ibu memiliki hak untuk mencari kebenaran, namun jangan sampai anak justru menjadi korban dari polemik yang berkepanjangan.
“Sebagai seorang ibu, wajar bila Lisa merasa syok atau tidak percaya. Tetapi kita juga harus menimbang dampaknya bagi psikologis anak. Jangan sampai anak tumbuh dengan tekanan sosial akibat polemik yang terus dipublikasikan,” ujar Lala, Sabtu (23/8/2025).
Lala menambahkan, langkah hukum tetap bisa ditempuh bila Lisa ingin mengajukan tes DNA ulang. Namun, semua proses itu harus dilakukan secara elegan, sesuai mekanisme resmi.
“Tes ulang sah-sah saja, tapi harus melalui jalur hukum. Dengan begitu hasilnya kredibel, bukan sekadar perdebatan emosional yang menambah gaduh,” jelas Lala, yang saat ini aktif di LBH Digital Teknologi dan Informasi sebagai Humas dan Siber LBH Digitek.
Lebih jauh, Lala menekankan pentingnya menjaga ruang aman bagi anak di tengah sorotan publik. Menurutnya, status anak tidak boleh dipertaruhkan hanya karena ego orang dewasa.
“Apapun hasil tes DNA, anak tetap harus dipenuhi haknya: kasih sayang, perlindungan, dan rasa aman. Itu yang utama,” tegasnya.
Sebagai aktivis yang lama mendampingi isu perempuan dan anak, Lala menilai kasus ini bisa menjadi pelajaran penting bahwa kebenaran hukum perlu ditegakkan tanpa mengabaikan kepentingan terbaik bagi anak.
“Publik boleh mengikuti kasus ini, tapi jangan sampai melupakan bahwa di balik polemik ada seorang anak yang sedang tumbuh. Itu yang harus dijaga bersama,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bareskrim Polri menyatakan hasil tes DNA menunjukkan tidak ada kecocokan antara Ridwan Kamil dan anak Lisa Mariana. Sampel DNA diambil pada 7 Agustus 2025, dan hasilnya diumumkan pada 20 Agustus lalu. Rill/Red
0Komentar