TpzoGfzoTSd7TfGpTpziBUA7Gd==

Headline:

Dua Tahun Prabowo-Gibran, GPM Dorong Pembangunan yang Berpihak kepada Rakyat Kecil

 

Jakarta, indonesianewsday.com - Memasuki dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menyampaikan dukungan terhadap agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Ketua Harian DPP Gerakan Pemuda Marhaenis, Abdur Rajab Saputra, mengatakan momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran perlu menjadi kesempatan untuk mengapresiasi berbagai langkah strategis pemerintah sekaligus melakukan evaluasi secara objektif.

Menurut Abdur Rajab, pembangunan nasional harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama rakyat kecil yang selama ini menjadi kelompok penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Sebagai organisasi kepemudaan yang berlandaskan nilai-nilai Marhaenisme, kami memandang keberhasilan pembangunan harus tercermin dari meningkatnya kesejahteraan rakyat kecil, khususnya petani, nelayan, buruh, pelaku usaha mikro, dan masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Abdur Rajab.

Ia menilai sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), penguatan pendidikan, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, perlu terus dikawal agar pelaksanaannya tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Program-program tersebut harus dikawal melalui pengawasan, transparansi anggaran, dan evaluasi yang berkelanjutan. Dukungan masyarakat akan semakin kuat apabila manfaat program benar-benar dirasakan langsung oleh rakyat,” katanya.

GPM Dukung Kritik sebagai Bagian dari Demokrasi

Abdur Rajab menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tidak berarti menutup ruang kritik dan perbedaan pendapat.

Menurutnya, masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan kritik, aspirasi, maupun perbedaan pandangan terhadap kebijakan pemerintah. Hal tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi.

“Dukungan harus tetap disertai sikap kritis dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan publik. Kritik dan aspirasi merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati sepanjang disampaikan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

GPM Imbau Aksi Demonstrasi Berlangsung Damai

Menjelang peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, GPM juga mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan kelompok buruh yang akan menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi agar mengedepankan cara-cara damai, tertib, dan bertanggung jawab.

Abdur Rajab meminta peserta aksi menghindari tindakan kekerasan, provokasi, maupun perusakan fasilitas umum. Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya menghormati hak masyarakat lainnya.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasi untuk tetap damai, tertib, dan bermartabat. Jangan sampai perbedaan pandangan justru memecah persatuan bangsa,” ujarnya.

Ia juga berharap aparat keamanan mengedepankan pendekatan humanis dan profesional dalam menjaga keamanan serta tetap menjamin hak konstitusional masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

Masuk Tahun Ketiga, Pembangunan Harus Semakin Berpihak kepada Rakyat

Memasuki tahun ketiga pemerintahan, GPM berharap pemerintah terus memperkuat kebijakan yang berpihak kepada ekonomi rakyat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Abdur Rajab mengatakan GPM berkomitmen mengambil bagian dalam pembangunan melalui pemberdayaan pemuda, edukasi masyarakat, serta penguatan dialog yang konstruktif.

“GPM akan terus berkontribusi melalui pemberdayaan pemuda, edukasi masyarakat, dan penguatan dialog yang konstruktif. Kami ingin menjaga persatuan nasional sekaligus mendorong terwujudnya Indonesia yang adil, mandiri, dan sejahtera,” katanya.

Abdur Rajab menegaskan bahwa pembangunan nasional membutuhkan dukungan sekaligus pengawasan dari seluruh elemen masyarakat.

“Perbedaan pandangan adalah bagian dari demokrasi, tetapi persatuan bangsa harus tetap dijaga. Mari sampaikan kritik dan aspirasi secara damai, tertib, dan bermartabat. Kawal pembangunan yang berpihak kepada rakyat kecil, jaga solidaritas, dan bersama-sama wujudkan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera,” pungkasnya. Rill/red

Daftar Isi

0Komentar

ads banner
ads banner
Formulir
Tautan berhasil disalin