![]() |
Aktivis Lala Komalawati |
Jakarta, indonesianewsday.com - Isu mengenai besarnya tunjangan DPR yang belakangan ini viral kembali memicu reaksi keras dari masyarakat. Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, kabar tersebut dianggap tidak peka terhadap penderitaan rakyat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Aktivis dan pemerhati sosial Lala Komalawati ikut menyoroti polemik tersebut. Ia menilai bahwa publik merasa tersakiti karena ketimpangan antara kesejahteraan pejabat dengan kondisi rakyat semakin terlihat jelas.
“Di saat rakyat masih kesulitan membeli kebutuhan pokok dan mencari pekerjaan, informasi soal tunjangan besar untuk DPR jelas melukai hati rakyat. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal rasa keadilan yang makin jauh dari mereka,” ujar Lala.
Lala menegaskan bahwa wajar bila masyarakat mempertanyakan sensitivitas wakil rakyat. Menurutnya, DPR harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi terkait hak-hak finansial mereka, sekaligus lebih gencar menunjukkan kinerja nyata yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Rakyat akan lebih mengerti jika melihat kerja nyata DPR. Masalahnya, yang viral bukan kerja atau keberpihakan, tapi justru tunjangan yang besar. Maka wajar bila publik marah dan kecewa,” tambahnya.
Harapan Lala Komalawati
Sebagai aktivis dan pemerhati sosial, Lala berharap para anggota DPR segera memperbaiki komunikasi publik dan mengedepankan transparansi. Lebih dari itu, ia menekankan perlunya kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.
“Harapan saya sederhana: DPR harus membuktikan bahwa apa yang mereka terima sepadan dengan kerja keras yang dilakukan. Bukan hanya rapat atau wacana, tapi aksi nyata yang meringankan beban rakyat. Jika itu bisa diwujudkan, barulah rakyat merasa terwakili,” pungkas Lala. Rill/Red
0Komentar